Asas-asas dan Batas Pendidikan dalam Islam

on Selasa, 03 Juli 2012

Asas-asas Pendidikan Islam
Menurut Hasan Langgulung, pendidikan itu mempunyai asas-asas tempat ia tegak dalam materi, interaksi, inovasi dan cita-citanya. Jadi asas itu merupakan landasan yang menjadi tumpuan segaanya berada diatasnya. Dalam bukunya Asas-Asas Pendidikan Islam beliau menuliskan ada 6 asas dalam pendidikan; diantarana:

Pertama: asas-asas historis, yaitu asas yang mempengaruhi pendidik dari pengalaman masa lalunya, undang-undang dan peraturan-peraturan, batas-batas dan kekurangannya,
Kedua : asas-asas sosial yang memberinya kerangka budaya dari mana pendidikan itu bertolak dan bergerak; memindah budaya, memilih dan mengembangkannya
Ketiga : asas-asas ekonomi yang memberinya perspektif tentang potensi-potensi manusia dan keuangan, materi dan persiapan yang mengatur sumber-sumbernya dan bertanggungjawab terhadap anggaran belanjanya
Keempat : asas-asas politik dan administrasi yang memberinya bingkai ideologi (aqidah) dari mana ia bertolak untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan
Kelima : asas-asas psikologis yang memberinya informasi tentang watak peserta didik, pendidik, cara-cara terbaik dalam proses pendidikan, pencapaian dan penilaian dan pengukuran dan bimbingan
Keenam :asas-asas filsafat yang berusia memberinya kemampuan memilih yang lebih baik, memberi arah mengenai suatu sistem, mengontrolnya, dan memberi arah kepada semua asas-asas yang lain.

Demikian penjelasan asas-asas dalam pendidikan, begitupun dalam pendidkan Islam, ada tambahannya yaitu asas keyakinan (aqidah). Asas ini menjadi asas yang fundamental, karena dalam pandangan dan ajaran Islam, aqidah menjadi hal mendasar sebelum yang lainnya.

Batas-batas Pendidikan Islam
Pendidikan ternyata ada batasanp-batasannya, maka yang dimaksudkan adalah pembatasan nyata dari proses pendidikan dalam jangka waktu tertentu. Pendidikan ada batas awal (permulaan) dan ada batas ahir (Daradjad,1995:48-50).
1. Batas Awal (permulaan)
Pendidikan dimulai dengan pemeliharaan yang merupakan persiapan ke arah pendidikan nyata, yaitu pada minggu dan bulan pertama seorang anak dilahirkan, sedangkan pendidikan yang sesungguhnya adalah baru terjadi sesudahnya. Pada pendidikan yang sesungguhnya dari anak dituntut pengertian bahwa dia harus memahami apa yang dikehendaki oleh pemengang kewajiban, dan menyadari bahwa hal yang diajarkan adalah perlu baginya.
Dia mengatakan (Daradjad) bahwa dari segi psikologi, usia 3-4 tahun dikenal sebagai masa pembangkang atau masa krisis. Pada masa itu, menurut hemat saya, adalah masa yang baik untuk mendapat didikan, didikan ke jalan penyadaran diri. Didikan yang membawa ke kesadaran batin yang paling dalam, karena anak didik diusia dini lebih bergantung pada lingkungan sekitarnya. Jadi, lebih mudah mendapat didikan dari orang tua maupun pendidik lainnya.
2. Batas ahir
Seorang anak dalam hal-hal tertentu telah mencapai kematangannya, tetapi dalam hal-hal lai kadang-kadang masih tetap menunjukkan sifat kekanak-kanakan. Pendidikan itu juga mempunyai titik ahir yang bersifat amaliah. Titik ahir itu bersifat principal dan tercapai tercapai bila seorang manusia muda itu dapat berdiri sendiri dan secar mantap mengembangkan derta melaksanakan rencana sesuai dengan pandangan hidupnya (Daradjad, 1995:50). Inilah yang dimaksud batasan ahir dari pendidikan tersebut.

0 komentar:

Poskan Komentar